Sejarah Singkat Uni Eropa

PENDAHULUAN            Uni Eropa (UE) adalah organisasi internasional negara-negara eropa yang dibentuk untuk meningkatkan integrasi ekonomi dan memperkuat hubungan antara negara-negara anggotanya. Kantor utamanya berada di Brussels, Belgia dan beranggotakan 25 negara pada tahun 2006.            Uni Eropa dibentuk pada 1 Nopember 1993. Namun Uni Eropa tidak terbentuk begitu saja, organisasi ini berasal dari sebuah organisasi bernama European Coal and Steel Community (ECSC) pada tahun 1951, yang kemudian berubah menjadi European Community pada tahun 1967, yang beranggotakan Belgia, Prancis, Jerman Barat (yang sekarang telah bersatu dengan Jerman Timur), Yunani, Italia, Luxemburg dan Belanda. Kemudian lima negara lain bergabung dengan EC ini yaitu Denmark, Irlandia, Inggris Raya, Portugal dan Spanyol. Namun, pada tahun 1991 ke 12 negara anggotanya menandatangani Perjanjian Uni Eropa yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht yang kemudian diratifikasi oleh semua negara anggotanya.             Tahun 1995 Austria, Finlandia dan Swedia bergabung dengan UE, disusul 10 negara lain pada tahun 2004 yaitu Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slovakia dan Slovenia. Bulgaria dan Rumania adalah negara anggota UE yang paling baru, karena baru bergabung pada tahun ini.            Tujuan UE yang sebelumnya hanya untuk meningkatkan integritas ekonomi kemudian berkembang ke bidang-bidang lain seperti kebijakan luar negeri, isu sosial, pertahanan dan keamanan dan persoalan hukum. Dibawah perjanjian Maastricht UE menjadi sebuah kawasan yang bebas diduduki oleh setiap warga negara eropa manapun, hingga setiap warga negara eropa bebas untuk hidup, bekerja, dan belajar di negara manapun di Eropa.            Tujuan lain dari UE adalah untuk mengimplementasikan Economic and Monetary Union (EMU) dengan memperkenalkan satu mata uang eropa yaitu Euro untuk semua negara anggota UE. 2002, mata uang ini telah menggantikan 12 mata uang negara anggota UE. Kelimabelas negara lainnya belum menggunakan Euro sebagai mata uangnya yaitu Inggris Raya, Denmark, Swedia dan 10 negara yang baru bergabung pada tahun 2004 serta 2 negara yang baru bergabung pada tahun 2007.  PEMBAHASANII. A. Sejarah Uni Eropa        Aspirasi pasca perang di Eropa adalah untuk membentuk sebuah organisasi supranasional Eropa yang memiliki motif baik motif politik maupun motif ekonomi. Motif politik didasarkan kepada kepercayaan bahwa organisasi supranasional bisa mengeliminir ancaman perang diantara negara-negara Eropa, sedangkan motif ekonomi dipercaya bahwa apabila Eropa berada dibawah satu organisasi supranasional maka eropa akan memiliki pasar yang lebih besar, dan pasar ini akan meningkatkan kompetisi serta meningkatnya standar kehidupan warga Eropa.        Asumsi dari penggabungan antara motif ekonomi dan motif politik adalah bahwa kekuatan ekonomi merupakan dasar dari kekuatan politik dan militer serta ekonomi yang terintegrasi diyakini bisa mengurangi konflik yang mungkin terjadi diantara negara-negara Eropa.  II. A1. European Coal and Steel Community (ECSC)Tahun 1950, Menteri Luar Negeri Perancis Robert Schumann atas saran dari Jean Monnet mengajukan sebuah ide untuk integrasi Perancis dan Jerman dalam industri baja dan batu bara dan mengundang negara lain untuk ikut bergabung. Motif Schumann ini mengandung motif ekonomi dan politik. Banyak negara eropa merasa bahwa industri Jerman dalam beberapa hal perlu diawasi.Schumann Plan, begitulah doktrin dari Schumann disebut dibuat untuk membuat sebuah organisasi lintas negara yang membuat kebijakan-kebijakan untuk industry batu bara dan baja, termasuk mengontrol harga dan produksi. Bukan merupakan kebetulan bahwa kemudian organisasi ini menempatkan industry Jerman dibawah pengawasan dan control. Takut dengan determinasi Jerman, maka Jerman barat menolak untuk bergabung dengan ESCS. Sedangkan Inggris Raya memilih untuk tidak bergabung dengan organisasi ini karena mereka takut apabila mereka bergabung dengan ESCS ini mereka akan kehilangan control atas industry negara mereka sendiri.ESCS mengalami perkebangan yang cukup pesat di awal tahun berdirinya, yaitu pada tahun 1951. Organisasi ini mengatur tarif dan kuota dalam perdagangan baja dan batu bara diantara negara anggotanya, disamakannya tarif impor serta seperti yang telah disebutkan sebelumnya yiatu mengontrol industry dan perdagangannya. ESCS memiliki struktur organisasi yang cukup lengkap dengan kekuasaan penuh ditangan eksekutif,  II. A2. European Economic Community (EEC)Pada tanggal 1-2 Juni 1955, para menlu 6 negara penandatangan ECSC Treaty bersidang di Messina, Itali, dan memutuskan untuk memperluas integrasi Eropa ke semua bidang ekonomi. Pada tanggal 25 Maret 1957 di Roma ditandatangani European Atomic Energy Community (EAEC), namun lebih dikenal dengan Euratom dan European Economic Community (EEC). Keduanya mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 1958. Jika ECSC dan Euratom merupakan traktat yang spesifik, detail dan rigid law treaties, maka EEC Treaty lebih merupakan sebuah framework treaty.Tujuan utama EEC Treaty adalah penciptaan suatu pasar bersama diantara negara-negara anggotanya melalui:·         Pencapaian suatu Custom Unions yang di satu sisi melibatkan penghapusan customs duties, import quotas dan berbagai hambatan perdagangan lain diantara negara anggota, serta di sisi lain memberlakukan suatu Common Customs Tariff (CCT) vis-á-vis negara ketiga (non anggota)·         Implementasi, inter alia melalui harmonisasi kebijakan-kebijakan nasional anggota, 4 freedom of movement –  barang, jasa, pekerja dan modal.Hasil Utamaa.     Ketiga komunitas tersebut masing-masing memiliki organ eksekutif yang berbeda-beda. Namun sejak tanggal 1 Juli 1967 dibentuk satu Dewan dan satu Komisi untuk lebih memudahkan manajemen kebijakan bersama yang semakin luas, dimana Komisi Eropa mewarisi wewenang ECSC High Authority, EEC Commission dan Euratom Commission. Sejak saat itu ketiga communities tersebut dikenal sebagai European Communities (EC).b.     Pembentukan Dewan Menteri UE, yang menggantikan Special Council of Ministers di ketiga Communities, dan melembagakan “Rotating Council Presidency” untuk masa jabatan selama 6 bulan.Membentuk Badan Audit Masyarakat Eropa, menggantikan Badan-badan Audit ECSC, Euratom dan EEC. II. A3. European Community (EC)Juli 1967, ESCS, EEC dan Euratom resmi di merger menjadi European Community (EC) atau Masyarakat Eropa. Kerjasama ekonomi yang disepakati pada EEC segera di implementasikan dan pada tahun 1968 semua tarif yang ada dihilangkan sepenuhnya. Tidak ada gerakan yang begitu signifikan setelah ketiga organisasi di satukan kedalam EC, hingga saat Presiden Perancis Gaulle digantikan oleh Georges Pompidou yang kemudian lebih terbuka untuk memicu perkembangan EC.Atas saran Pompidou, sebuah pertemuan di gelar di Den Haag, Belanda pada tahun 1969. Dalam pertemuan ini dicapai beberapa poin penting seperti pembentukan sistem financial untuk EC yang didasarkan pada kontribusi tiap negara anggota, pembentukan kebijakan luar negeri, dan negosiasi dengan Inggris Raya, Denmark, Irlandia dan Norwegia untuk bisa bergabung dengan EC.Tahun 1972, hampir 3 tahun setelah pertemuan EC digelar. Keempat negara tadi akhirnya memutuskan untuk bergabung walaupun Norwegia mendapat tentangan dari masyarakatnya dalam referendum yang digelar di negara tersebut. Keempat negara itu resmi bergabung 1 January 1973.Di Inggris Raya, kelompok oposisi menyebutkan bahwa sumbagan financial yang diberikan Inggris Kepada EC ini terlalu besar. Setelah partai buruh kembali berkuasa di Inggris maka mereka segera mengajukan diri untuk melakukan negosiasi tentang keanggotaan Inggris dalam EC. Hasil renegosiasi tidak terlalu besar. Partai buruh kemudian mengadakan referendum, apakah Inggris lebih baik bergabung dengan EC atau tidak? Hasilnya adalah lebih besar warga memilih agar Inggris meneruskan keanggotaanya dalam EC. II. A4. Single European Act (SEA)1980, 30 tahun setelah pembentukan ECSC. EC belum menyadari akan keinginan sebuah kesatuan Eropa. Nyatanya, meskipun tarif internal telah dihilangkan, hal itu belum cukup untuk menyelesaikan masalah-masalah dagang yang terjadi di antara negara-negara eropa. Bergabungnya negara yang belum terlalu mapan secara ekonomi seperti Yunain (1981), Spanyol dan Portugal yang bergabung pada tahun 1986 menimbulkan permasalahan yang baru.Tahun 1985, konsul Eropa membentuk sebuah kepemimpinan baru untuk lebih mengintegrasikan EC ini. Pada Februari 1986, beberapa amandemen dan penambahan ditambahkan kepada perjanjian-perjanjian Economic Community ini. Dan paket amandemen dan penambahan ini ditandatangi dan dikenal dengan nama Single European Act (SEA). Didalam SEA disebutkan 300 alat ukur baru yang menggantikan alat ukur fisik, teknik dan fiscal untuk mencapai pasar tunggal, yang bisa berdampak pada terintegrasinya ekonomi diantara negara-negara anggota EC.  II. A5. Pembentukan Uni EropaTreaty on European Union (TEU) yang ditandatangani di Maastricht pada tanggal 7 Februari 1992 dan mulai berlaku tanggal 1 November 1993, mengubah European Communities (EC) menjadi European Union (EU). TEU mencakup, memasukkan dan memodifikasi traktat-traktat terdahulu (ECSC, Euratom dan EEC). Jika Treaties establishing European Community (TEC) memiliki karakter integrasi dan kerjasama ekonomi yang sangat kuat, maka TEU menambahkan karakter lain yaitu kerjasama dibidang Common Foreign and Security Policy (CFSP) dan Justice and Home Affairs (JHA). a.       Tiga pilar kerjasama UE, yaitu: ·            Pilar 1: European Communities·            Pilar 2: Common Foreign and Security Policy – CFSP·            Pilar 3: Justice and Home Affairs – JHAb.       Memberi wewenang yang lebih besar kepada Parlemen Eropa untuk ikut memutuskan ketentuan hukum UE melalui mekanisme co-decision procedure, dimana Parlemen dan Dewan UE bersama-sama memutuskan suatu produk hukum. Bidang-bidang yang masuk dalam prosedur tersebut adalah: pergerakan bebas pekerja, pasar tunggal, pendidikan, penelitian, lingkungan, Trans-European Network, kesehatan, budaya dan perlindungan konsumen.c.       Memperpanjang masa jabatan Komisioner menjadi 5 tahun (sebelumnya 2 tahun) dan pengangkatannya harus mendapat persetujuan Parlemen.d.       Menambah area kebijakan yang harus diputuskan dengan mekanisme qualified majority (tidak lagi unanimity), yaitu: riset dan pengembangan teknologi, perlindungan lingkungan, dan kebijakan sosial.e.       Memperkenalkan prinsip subsidiarity, yaitu membatasi wewenang institusi UE agar hanya menangani masalah-masalah yang memang lebih tepat dibahas di level UE.II. A6. Perjanjian Amsterdam dan Pernjanjian NicePada pertemuan mereka tanggal 17 Juni 1997 di Amsterdam, European Council (para Kepala Negara dan Pemerintahan ke-15 negara anggota UE) merevisi TEU dan menghasilkan sebuah traktat baru. The Treaty of Amsterdam mempunyai empat tujuan utama, yaitu:a.     Memprioritaskan hak-hak warga negara dan penyediaan lapangan kerja. Meskipun penyediaan lapangan kerja tetap merupakan kewajiban utama pemerintah nasional, Traktat Amsterdam menekankan perlunya usaha bersama seluruh negara anggota untuk mengatasi pengangguran, yang dianggap sebagai problem utama Eropa saat inib.     Menghapuskan hambatan terakhir menuju freedom of movement dan memperkuat keamanan, dengan meningkatkan kerjasama negara anggota di bidang Justice and Home Affairsc.     Memberi UE suara yang lebih kuat di dunia internasional dengan menunjuk seorang High Representative for the CFSPd.     Membuat struktur institusi UE lebih efisien, terutama berkaitan dengan gelombang ke-6 enlargement.Salah satu kritik yang sering dialamatkan pada berbagai traktat mengenai UE adalah teks yang rumit dan sangat teknokratis. Hal tersebut membuat traktat dasar UE sulit dibaca dan dimengerti, yang pada gilirannya juga dapat memperlemah dukungan publik terhadap proses integrasi Eropa. Traktat Amsterdam merupakan jawaban terhadap kritikan tersebut karena traktat ini memasukkan TEU dan TEC, dengan penomoran baru pasal-pasalnya untuk lebih memudahkan pemahaman terhadap traktat mengenai UE, hasil yang paling pentingnya adalah sebagai berikut:a.       Memberi wewenang Dewan Menteri untuk menjatuhkan hukuman pada negara anggota (dengan mencabut sementara beberapa hak mereka, termasuk  hak voting) jika negara anggota tersebut melakukan pelanggaran HAM.b.       Menyediakan kemungkinan dilakukannya enhanced cooperation, yaitu: beberapa negara anggota (minimal 8) dapat melakukan suatu kerjasama meskipun tidak semua negara anggota menyetujuinya. Negara yang tidak (atau belum) menyetujui kerjasama tersebut dapat bergabung di kemudian hari. Salah satu contohnya adalah bentuk-bentuk kerjasama dalam kerangka CFSP.c.       Memasukkan Schengen Agreement dalam TEU (dengan pilihan opt-out bagi Inggris dan Irlandia).d.       Menjadikan asylum, visa dan imigrasi sebagai kebijakan bersama (kecuali bagi Inggris dan Irlandia). Dalam waktu lima tahun, negara-negara anggota dapat memutuskan apakah akan menggunakan qualified majority voting.The Treaty of Nice, 2000Pertemuan European Council tanggal 7-9 Desember 2000 di Nice mengadopsi sebuah Traktat baru yang membawa perubahan bagi empat masalah institusional: komposisi dan jumlah Komisioner di Komisi Eropa, bobot suara di Dewan Uni Eropa, mengganti unanimity dengan qualified majority dalam proses pengambilan keputusan dan pengeratan kerjasama. Traktat ini belum berlaku, masih menunggu proses ratifikasi di masing-masing negara anggota.  Tanggal 1 Februari 2003, Traktat tersebut mulai berlaku, dengan hasil utamanya adalah:a.       Dengan memperhatikan perluasan anggota UE, membatasi jumlah anggota Parlemen maksimal sebanya 732 orang dan sekaligus memberi alokasi jumlah kursi tiap negara anggota (sudah termasuk negara anggota baru).b.       Mengganti mekanisme pengambilan keputusan bagi 30 pasal dalam TEU yang sebelumnya menggunakan unanimity dan diganti dengan menggunakan mekanisme qualified majority voting.c.       Merubah bobot suara negara-negara anggota UE mulai 1 Januari 2005 (sudah termasuk negara-negara anggota baru).d.       Mulai 2005, membatasi jumlah Komisioner, 1 Komisioner tiap 1 Negara, dan batas maksimum jumlah Komisioner akan ditetapkan setelah UE beranggotakan 27 negara, serta memperkuat posisi Presiden Komisi.e.       Memberi dorongan bagi terselenggaranya Konvensi Masa Depan Eropa, yang digunakan sebagai persiapan bagi penyelenggaraan Intergovernmental Conference di tahun 2003. II. B. Struktur Organisasi Uni EropaUni Eropa memiliki 4 komponen utama:1. Council of the European Union/Dewan Uni EropaMerupakan badan legislatif dan pembuat keputusan di UE yang keanggotaannya terdiri dari menteri-menteri dari pemerintahan negara-negara anggotanya. Dewan ini memiliki seorang Presiden dan seorang Sekretaris-Jendral, serta merupakan badan yang memiliki otoritas paling utama dalam pengambilan keputusan di Uni Eropa. Presiden Dewan adalah seorang Menteri dari negara yang sedang memegang memegang jabatan Kepresidenan Dewan Uni Eropa; sedangkan Sekretaris-Jendral adalah kepala dan Sekretariat Dewan, dipilih oleh negara anggota. Sekretaris-Jendral juga melayani sebagai High Representative for the Common Foreign and Security Policy (CFSP). Dewan ini dibantu oleh Komite Perwakilan Tetap (COREPER), yang terdiri dari Duta-duta Besar atau deputinya dari wakil diplomatik dari negara-negara anggota di Masyarakat Eropa.Menteri untuk setiap perwakilan negara anggota tidaklah sama dalam setiap pertemuan. Masing-masing negara anggota mengirimkan menteri pemerintahannya sesuai dengan profesinya yang akan dibicarakan/dibahas dalam pertemuan tersebut. Sebagai contoh, suatu dewan menteri pertahanan mungkin mendiskusikan kebijakan asing, sedangkan suatu dewan menteri pertanian akan bertemu untuk mendiskusikan harga panen.      Dewan Uni Eropa mengadopsi proposal dan petunjuk kepada Komisi Eropa. Dewan diharapkan dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang mungkin tidak sesuai/kompatibel dengan profesi dari setiap perwakilan menteri yang hadir. Untuk lebih jauhnya, pengintegrasian Uni Eropa berusaha untuk melindungi dan menyelesaikan suatu permasalahan yang ada dalam suatu negara anggotanya untuk kemudian dibicarakan/dibahas dan diselesaikan melalui dewan ini. Dengan kata lain, Dewan Uni Eropa memberikan perlindungan menyangkut negara-negara anggotanya.      Pengambilan keputusan di Dewan Uni Eropa sangatlah kompleks. Beberapa pertanyaan kecil dapat diputuskan melalui suara mayoritas. Dalam banyak hal, bagaimanapun membutuhkan apa yang disebut pembatasan suara mayoritas (qualified majority voting (QMV)). Dalam QMV, masing-masing negara mempunyai suara yang disesuaikan dengan jumlah populasinya. Adapun batasan suara mayoritas ini adalah dua pertiga dari jumlah suara anggota. 2. European Commision/Komisi EropaKomisi Eropa merupakan badan administrasi tertinggi dalam Uni Eropa yang ditunjuk oleh negara-negara anggota dan secara politis bertanggung jawab kepada Parlemen Eropa. Lembaga ini menyusun naskah perundang-undangan baru Eropa yang kemudian diajukan kepada Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Lembaga ini memastikan keputusan-keputusan yang diambil oleh Uni Eropa dilaksanakan menurut ketentuan dan juga mengawasi penggunaan dana-dana Uni Eropa. Komisi Eropa memastikan pula agar setiap warga mematuhi traktat eropa dan hukum yang berlaku di Eropa.          Komisi eropa terdiri dari 20 wanita dan pria dibantu oleh kurang lebih 25.000 pegawai negeri. Presiden komisi Eropa dipilih oleh pemerintah para negara anggota UE dan harus mendapat persetujuan dari Parlemen Eropa. Para anggota lainnya dinominasikan oleh pemerintah negara anggota setekah berkonsultasi dengan presiden terpilih juga diterima parlemen eropa. Lembaga ini bertindak secara independent dari pemerintah negara-negara anggota UE.3. European Parliament/Parlemen EropaParlemen Eropa (sebelumnya Dewan Parlementer Eropa) adalah badan parlementer dari Uni Eropa (UE), yang dipilih langsung oleh warga negara UE setiap lima tahun sekali. Bersama-sama dengan Dewan Menteri, lembaga ini merupakan cabang legislatif dari institusi-institusi UE. Badan ini bertemu di dua tempat: Strasbourg dan Brussels.Perlemen Eropa terdiri dari 626 anggota parlemen yang dipilih langsung dan berasal dari negara-negara anggota. Parlemen Eropa bekerja dalam komite-ekomite untuk mengusulkan dan mengadopsi perubahan-perubahan pada proposal Dewan atau Komisi. Parlemen Eropa berunding di Brusel, Belgia dan (beberapa kali setahun) di Strasbourg (Perancis).Parlemen Eropa mempunyai kekuasaan legislatif yang terbatas. Parlemen ini tidak dapat mengusulkan undang-undang, tetapi ia dapat membuat amandemen atau memvetonya dalam banyak bidang kebijakan. Dalam bidang-bidang kebijakan tertentu lainnya, Parlemen ini hanya perlu dikonsultasikan. Parlemen juga mengawasi Komisi Eropa. Persetujuannya harus diminta untuk semua pengangkatan untuk posisi di dalamnya. Ia juga mempunyai hak untuk mengontrol anggaran UE.Organisasi-organisasi lain dari negara-negara Eropa, seperti misalnya OSCE, Dewan Eropa, dan Uni Eropa Barat, juga mempunyai majelis parlemennya pula, tetapi anggota-anggota majelis ini diangkat oleh parlemen-parlemen nasional, dan bukan melalui pemilihan langsung.Parlemen Eropa mewakili sekitar 496 juta warga Uni Eropa. Anggota-anggotanya dikenal sebagai anggota Parlemen Eropa. Sejak 1 January 2007, Parlemen ini mempunyai 785 anggota. (Setelah pemilihan umum pada 2009 disepakati bahwa jumlah maksimum anggotanya akan ditetapkan 750 orang, dengan jumlah ambang minimum 5 orang untuk setiap negara anggota. Selain itu, setiap negara anggota tidak akan mempunyai lebih dari 99 kursi.) Pemilihan umum diadakan setiap lima tahun sekali, dan setiap orang dewasa mempunyai hak suara. Sistem pemungutan suara untuk pemilihan anggota parlemen ini tidak seragam. Masing-masing negara anggota bebas memilih sistemnya sendiri dengan tiga pembatasan:·         Sistem itu harus berdasarkan perwakilan proporsional, mengikuti sistem daftar partai atau Single Transferable Vote. ·         Daerah pemilihan dapat dibagi lebih jauh apabila hal ini tidak mempengaruhi sifat proporsional dari sistem pemilihannya. ·         Setiap ambang pemilihan pada tingkat nasional tidak boleh melebihi lima persen.

Daftar komite

Urusan Internal·         BUDG                      – Komite Anggaran·         CONT                      – Komite Pengendalian Anggaran ·         ECON                      – Komite Ekonomi dan Keuangan·         EMPL                       – Komite Lapangan Kerja dan Sosial ·         ENVI                       – Komite Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Makanan·         ITRE                       – Komite Industri, Penelitian dan Energi·         IMCO                      – Komite Pasar Internal dan Perlindungan Konsumen·         TRAN                      – Komite Transportasi dan Pariwisata·         REGI                       – Komite Pengembangan Regional·         AGRI                       – Komite Pengembangan Agrikultur dan Pedesaan·         PECH                       – Komite Perikanan·         CULT                       – Komite Kebudayaan dan Pendidikan·         JURI                        – Komite Masalah Hukum·         LIBE                        – Komite Kebebasan Sipil, Keadilan dan Urusan Dalam Negeri·         AFCO                      – Komite Urusan Konstitusional·         FEMM                      – Komite Hak-hak Perempuan dan Kesetaraan Gender·         PETI                        – Komite PetisiUrusan Eksternal·         AFET                       – Komite Luar Negero    DROI – Sub-komite Hak Asasi Manusiao    SEDE – Sub-komite Keamanan dan Pertahanan·         DEVE                      – Komite Pembangunan·         INTA                       – Komite Perdagangan InternasionalKelompok-kelompok dan Partai PolitikPartai-partai politik di Parlemen Eropa diorganisir ke dalam sejumlah kelompok politik serta sejumlah partai politik Eropa yang terdatar. Namun kebanyakan tetap menjadi anggota dari berbagai partai politik nasional yang terpisah dan disiplin di dalam partai-partai dan kelompok-kelompok Eropa itu tidak kaku. Susunan kelompok-kelompok parlemen ini berubah-ubah, dan baik delegasi nasional maupun masingmasing anggota Parlemen Eropa bebas untuk berganti afiliasi yang mereka anggap cocok.Kelompok-kelompok politik Parlemen Eropa berbeda dengan partai-partai politik Eropa yang terkait, meskipun mereka sangat terkait erat. Biasanya partai-partai Eropa juga mempunyai anggota partai dari negara-negara Eropa yang bukan anggota Uni Eropa. Pada permulaan masa kerja Parlemen yang keenam pada 2004 ada tujuh kelompok, serta beberapa anggota yang tidak berafilias, yang dikenal sebagai non-inscrits.4. European Court of Justice/Mahkamah Eropasaat peraturan bersama diputuskan pada tingkat Uni Eropa, tentu penting agar peraturan tersebut dipatuhi dan dipahami oleh semua negara anggota. Tugas inilah yang menjadi tanggung jawab dari Mahkamah Eropa atau European Court of Justice. Lembaga ini menyelesaikan perselisihan akibat perbedaan penafsiran traktat dan perudang-undangan UE. Pengadilan negeri harus berkonsultasi dengan Mahkamah Eropa apabila terdapat keraguan mengenai bagaimana menerapkan peraturan UE.  II. C. Kebijakan Uni EropaDari pergantian namanya dari EEC menjadi EC kemudian menjadi Uni Eropa menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan Uni Eropa. Gambaran peningkatan pemusatan ini diimbangi oleh dua factor yaitu pertama, beberapa negara memiliki beberapa tradisi domestic pemerintahan regional yang kuat. Hal ini menyebabkan peningkatan focus tentang kebijakan regional dan wilayah di Eropa. Sebuah Committee of The Region didirikan sebagai bagian dari perjanjian Maastricht. Kedua, kebijakan UE mencakup sejumlah kerjasama yang berbeda.Tujuan utama didirikannya Uni Eropa adalah untuk mencapai sebuah pasar tunggal diantara negara-negara anggotanya. UE mencoba mencapainya dengan tiga  langkah utama yaitu :a.     by defining a common commercial policy, b.     by reducing economic differences among its richer and poorer members,c.       by stabilizing the currencies of its members. Selain itu kebijakan UE juga mencakup sejumlah kerja sama yang berbeda, diantaranya:

  • Pengambilan keputusan yang otonom : negara-negara anggota telah memberikan kepada Komisi Eropa kekuasaan untuk mengeluarkan keputusan-keputusan di wilayah-wilayah tertentu seperti misalnya undang-undang kompetisi, kontrol Bantuan Negara dan liberalisasi.
  • Harmonisasi : hukum negara-negara anggota diharmonisasikan melalui proses legislative UE, yang melibatkan Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Akibat dari hal ini hukum Uni Eropa semakin terasa hadir dalam sistem-sistem negara anggota.
  • Ko-operasi: negara-negara anggota, yang bertemu sebagai Dewan Uni Eropa sepakat untuk bekerja sama dan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dalam negeri mereka.

II. D. Hubungan Dengan Negara LainSelain tujuan integrasi ekonomi UE juga menginginkan kesatuan suara mereka dalam menanggapi isu-isu global. Hal ini lebih mudah diimplementasikan dalam kehidupan ekonomi, karena dalam kehidupan sosial dan politik hal tersebut masih agak sulit untuk dicapai. Perjanjian perdagangan telah ditandatangani baik secara bilateral maupun multilateral antara UE dengan negara-negara berkembang. Namun, dalam isu-isu politik, negara-negare eropa masih terpecah dan tidak memiliki satu suara yang bulat, seperti halnya yang terjadi saat perang teluk tahun 1991.Ekspansi Uni EropaTahun 1995 negara-negara bekas Soviet mengajukan diri untuk menjadi anggota UE. Negara di Eropa Timur tersebut memiliki ekonomi yang belum terlalu mapan bila dibandingkan dengan negara-negara di Eropa Barat. Muncul beberapa pertanyaan sepeti apakah negara-negara tersebut nantinya bisa ikut bersaing dalam ekonomi internal antara negara-negara eropa ini. Disisi lain UE memiliki kepedulian akan demokrasi di negara-negara tersebut dan komitmen mereka terhadap hak asasi manusia dan untuk melindungi kaum minoritas. Ekspansi ini akan memberikan dampak akan program kerja dan pendistribusian sumber dan hasil dari UE. Negara-negara yang lebih kaya takut apabila nantinya mereka harus membayar lebih banyak untuk UE, sedangkan negara yang lebih miskin khawatir bahwa nantinya dana untuk agrikultur dan perkembagnan regional akan berkurang.Namun, disamping kekahwatiran-kekhawatiran tersebut perdagangan antara Eropa Barat dan Eropa Timur mulai berkembang di awal tahun 1990an. Negara-negara Eropa Barat mulai berani berinvestasi di Eropa Timur, mereka mulai membuat perjanjian perdagangan, politik, sosial, bantuan ekonomi bahkan kebudayaan. Tahun 1997 UE bersedia mengadakan pembicaraan dengan Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Polandia dan Slovenia. Kemudian UE bernegosiasi dengan Bulgaria, Latvia, Lithuania, Malta, Romania dan Slovakia. 10 negara resmi menjadi anggota UE pada tahun 2004, Bulgaria dan Rumania baru menjadi anggota diawal tahun ini. KESIMPULAN            Sejarah Uni Eropa yang begitu panjang, yang telah dimulai sejak tahun 1951 mulai berkembang menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dengan menerima negara anggota baru dari bagian Eropa Timur dan hampir mencakup Eropa secara keseluruhan telah memiliki dan mengembangkan hukum, kebijakan dan komitmen yang tinggi diantara negara anggotanya.Dari pergantian namanya dari “Masyarakat Ekonomi Eropa” ke “Masyarakat Eropa” hingga ke “Uni Eropa” menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan dalam UE.            Struktur organisasi yang cukup mapan membuat organisasi ini sangat efektif dalam membuat maupun mengaplikasikan kebijakan-kebijakannya. Pembagian tugas yang jelas antara satu komisi dengan komisi lain membuat UE berjalan cukup lancar. Bahkan secara ekonomi apabila UE dianggap sebagai satu kesatuan maka UE akan memiliki ekonomi terbesar dengan GDP 2004 11.723.816.             Masa depan UE diproyeksikan akan jauh lebih baik dari saat ini. Namun, tetap saja UE masih harus menghadapi beberapa masalah besar sebelum bisa benar-benar terintegrasi di semua bidang. DAFTAR PUSTAKAMicrosoft Student with Encarta Premium DVD 2007http://europa.eu.int diakses pada hari Rabu, 21 Nopember 2007.http://www.europarl.eu.int diakses pada hari Rabu, 21 Nopember 2007http://ue.eu.int diakses pada hari Rabu, 21 Nopember 2007.http://europa.eu.int/comm diakses pada hari Rabu, 21 Nopember 2007.   

~ by Ira Ratnati on March 25, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: