Plat D ke Plat L

Perjalanan panjang dan melelahkan dari ibu kota provinsi jawa barat ke ibu kota provinsi jawa timur memang sudah menjadi bagian yang harus saya tempuh demi GGJP Indonesia Challenge 2008. melintasi lebih dari 1000km dan melalui 4 provinsi dilibas dalam waktu 13 Jam oleh sang komandan, Masinis kereta api.

Meninggalkan Bandung tepat pukul 17.00 lambat laun kereta mulai beranjak dan akhirnya sampai pada kecepatan maksimalnya. Satu jam pertama kereta masih berada di sekitar Bandung. Hamparan sawah yang mulai menguning terlihat berkilau dibawah sinar mentari sore..(stop!! Hentikan romansa ini!!!).

Memasuki jam-jam berikutnya tak ada yang bisa saya lihat di luar jendela. Akhirnya saya memutuskan untuk membaringkan badan sejenak karena ibu yang berada di kursi sebelah saya memutuskan untuk tidur terlentang dibawah, ini pengalaman pertama saya melihat orang tidur sepanjanng perjalanan, bahkan ibu itu membawa kasur lipat!! Waw..hal yang tak pernah saya fikirkan sebelumnya. Ibu itu pun mempersilahkan saya untuk menggunakan jatah kursinya.

Memasuki Jogja tepat pukul 1.30 dinihari ada kejadian unik dimana satu kursi memiliki dua tuan. Sang pemilik kursi dari awal keberangkatan ngotot kalo itu memang kursi punya dia, tapi si pemegang tiket yang baru masuk juga keukeuh itu kursi dia. Akhirnya petugas PJKA turun tangan. Si bos lama dengan ngotot dan percaya diri bilang ”ini gimana seh? Kalo jual tiket yang bener donk pa! Masa ampe ke double gini!!” dengan nada yang agak meninggi, namun si petugas langsung mengecek kedua tiket tersebut dan bilang ”tiket bapak ini Cuma ampe jogja kan?”, si bos lama masih dengan nada yang agak tinggi mengiyakan, ”lah ini udah Jogja mas!” sahut si petugas, akhirnya dengan sedikit menahan rasa malu, si bos lama itu turun dari kereta dengan setengah harga diri tertinggal di tiket kereta bandung-jogja.

Memasuki stasiun-stasiun berikutnya, seperti biasa karena saya berada di kereta kelas dua, banyak pedagang yang berlalu lalang menjajakan dagangannya, mulai dari air mineral yang mereka lafalkan sebagai aqua terlepas apapun merk yang tertera di botol ataupun mijon (mizone), yang paling unik saat seorang pedagang asongan menyebutkan kolonye, saya pun bertanya-tanya apa itu kolonye?!?

Setelah saya selidiki ternyata itu adalah tisu basah, mungkin mereka membaca cologne sebagai kolonye.

Pukul 4.30 setelah akhirnya saya berhasil tidur, namun harus segera terbangun karena sang pedagang dengan lantang menyebutkan bahwa surabaya sudah dekat, dia bilang sekarang sudah jam 6. saya pun terbangun seketika, dan melihat di jam adidas bajakan ditangan saya jam masih menunjukkan pukul 4.30. taktik pedangan untuk membangunkan para pembelinya.

Pukul 6.41, sesuai dengan yang dijadwalkan dalam tiket, akhirnya saya tiba di gubeng. Saat turun dari kereta saya melihat sekelompok anak muda disertai para pelatihnya membawa tas-tas khas atlet bulutangkis, kemungkinan besar mereka akan turun di kertajaya karena dari obrolan yang sepinas di telinga saya mereka menyebutkan akan melawan beberapa atlet dari luar Indonesia. semoga saya bisa bertemu mereka nanti di lapangan.

~ by Ira Ratnati on August 28, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: