6hrs to tell…

Let us say that my day started at 1600 in the afternoon, alias gw baru selesai mandi dan siap beredar jam segitu, humm..mulai dengan mengisi perut yang demo gara-gara baru diisi roti keju dan bergelas-gelas air putih, akhirnya gw dan salah satu anggota keluarga baru gw (well..keluarga baru karena kami tinggal dibawah satu atap kostan, dan penghuni sejati tuisda 29 juga netizen yang baik ahahah…) yang bernama putri, blognya ada di blogroll kolom sebelah yang bernama Putri Trapsiloningrum (put bayar biaya advertorial kekkek…) akhirnya kami berdua yang sama-sama menderita insomnia, sama-sama pengepul asap dan penyumbang devisa memutuskan untuk menikmat ayam bakar di sebrang kantin sakinah disalah satu suduh tubagus ismail raya.

Yah..itulah sarapan kami, sekaligus makan siang dan kudapan sore. Namun, kami punya tujuan berbeda setelah selesai melalap habis semua hidangan yang disajikan kecuali piring dan kobokan (untung kami bukan tarzan masuk kota yang minum dari kobokan) hihih…si sang putri itu pergi ke sebuah mall untuk –yang dia sebut- urusan bisnis dan gw harus berangkat ke pergelaran (jiah) sirkuit nasional badminton di gor bandung. Setelah berpisah disebuah simpang yang kami sebut sebagai simpang dago, akhirnya gw menyusuri jalan dipati ukur aka homebase gw kalo ngapus hihih..melewati kemacetan gara-gara wisuda unpad, humm melihat mereka yang bertoga mungkin perjuangan menyelesaikan skripsi akan terbayar seketika, senyum lebar didampingni orang-orang terkasih, mungkin bagi sebagian mereka ada yang mengajak semua sanak saudaranya utnuk menghadiri wisuda. Melihat wisuda pasti melihat tukang foto, gw pun berfikir kenapa hari ini gw nggak ngobjek jadi tukang foto? Ahhaha..padahal kayaknya gw bisa tuh dapet duit buat nyambung idup halaaaah..(lebaay mode on pemirsah).

Well..kemacetan tak berhenti di DU, memasuki purnawarman, macet yang lainnya sudah menunggu, yah tapi tak seberapa lah macet pake motor bisa geol sana, geol sini😉 dan akhirnya tepat pukul 1700 gw tiba di gor, dan menyaksikan berpuluh-puluh pertandingan. Menyapa kawan yang juga menonton, GOD i love meeting people!! Walaupun menjelang malam gw uda mulai pusing liat cukup begitu banyak orang humm..seorang yang bekerja di PBSI jabar pun setia menemani gw ngoceh, memprediksi siapa aja atlet-atlet muda yang akan bersinar dalam dua atau tiga tahun mendatang. Nama besar club menjadi gengsi tersendiri bagi mereka yang dengan bangga mengenakan kaos kebangsaannya, kaos yang mereka gunakan sebelum nantinya mereka menjadi wakil bangsa kita tercinta ini.

Tak terasa waktu sudah mulai menunjukan pukul 1900, akhirnya gw harus pamit karena telah ditunggu seorang teman lain untuk membicarakan partnership antara majalah yang sedang dirintis oleh teman-teman dan tim gw ini. Namun, janji untuk berada ditempat setengah jam setelah temen gw sms itu meleset, karena gw harus bantuin temen gw cari kunci mobilnya yang ntah dia taro dimana. Tapi karena jam yang mepet (mengingat banyak kewajiban yang harus gw penuhin malam ini) akhirnya gw berpamitan pada pejabat PBSI Jabar itu, gw pun akhirnya memfotokopi jadwal pertandingan, karena stock panitia yang terbatas dan karena gw yang emang datang super telat hihiih…

Ditempat fotokopi itu hanya ada dua orang pegawai, yang sudah cukup berumur. Mereka terlihat bekerja begitu lambat, gw pun mengantri dengan sabar ditemani sebatang rokok putih (bahasanya putri nih rokok putih) wakakakak..akhirnya seorang bapak menegur gw, dan obrolan singkat dan penuh tawa pun terjalin, itulah gw kadang bisa nyambung ama siapa aja. Aneh!! Ahahah..ntah ada gen apa di dalam diri gw ini, sehingga kadang gw menikmati untuk sekedar melontarkan candaan dan obrolan yang ada. Tema hari ini adalah rokok, melihat rokok dan sponsor kejuaraan olah raga itu, saya dan bapak pejabat pengda PBVSI itu membicarakan kalo kami sama-sama tidak setuju jika rokok diharamkan, toh kontribusi mereka terhadap negara memang besar (ini hanya sebuah excuse gw buat ngerokok) tapi dengan antusias si bapak itu mengamini apa kata-kata gw dan kami semua yang ada disana yang kebetulan memang masing-masing memegang rokok dengan berbeda merk ikut tertawa, suasana hangat di tengah dinginnya malam di bandung.

Fotokopian pun selesai dikerjakan, uang pecahan lima ribu dikembalikan dengan tiga lembar pattimura J. Gw pun pamit dengan semua orang disana, akhirnya potluck menjadi sasaran berikutnya, disana Pandu dan team shirtalks sudah berkumpul. Diawali dengan saling berjabat tangan dan bertukar nama, kami pun akhirnya membahas apa yang menjadi konsep masalah gw. Perdebatan hangat dan adu argumen sangat gw nikmatin saat itu, hingga akhirnya kami bertukar nomor hp untuk informasi dan kerjasama yang lebih jauh. Canda tawa pun tetap menghiasi obrolan kami yang memang cukup “berat” malam itu, membicarakan politik dan olah raga Indonesia yang ternyata yah..harus dibilang memang cukup bobrok, kami menarik akar masalah, dan saling bertukar pikiran apa yang harus menjadi jalan keluar dari hal tersebut.

Media, memang alat paling tepat untuk menyampaikan kritik, tapi bukan kritik tanpa solusi yang kami punya. Yah tak terasa malam semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. perut mulai keroncongan lagi, rencana untuk makan malam di potluck harus di urungkan mengingat porsi perut gw yang cukup besar ahahha…

Akhirnya, warung nasi uduk pinggir jalan jadi pilihan, basecamp anak-anak kalo pulang ngamen cari dana malam minggu. Pesen nasi uduk dengan kawan-kawan, kali ini gw memilih untuk berteman dengan telor dadar, tahu dan tempe ditemani si es teh manis setia, mengingat sebelumnya ayam uda gw embat. Hahaha..bosan kalo harus terus ayam ahahaha..

Akhirnya pukul 22.00 gw nyamep dibawah atap yang melindungi gw dalam 10minggu terakhir, sebuah kamar di pojok rumah ini, yang kadang nggak ada sinyal ini menjadi tempat gw melepaskan semua kelelahan gw untuk kemudian tidur telungkup dalam beberapa jam J yah gw sekarang udah disini lagi..kamar yang dipangkatkan jorok sama pembimbing gw, dipangkatkan teracak-acakan ama temen-temen gw, dipangkatkan terparah. Ahahaha..but i feel so homey here

Satu artikel beres digarap, tinggal dua artikel dan revisi bab II yang harus selesai mengingat berjanji ketemu pembimbing dalam 11 jam dari sekarang  well..i’ve got to back to work…dan hari ini pun gw seneng..meski pagi agak ribet..tapi siang menjelang sore DIA ada terus buat gw…yah..walopun gw belum bisa mengalahkan dimensi ruang saat ini.. tapi gw tau DIA ada buat gw

tHe R

~ by Ira Ratnati on May 26, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: